Postingan

Menampilkan postingan dengan label Renungan

Sebuah Apel untuk Adam

Mama tidak ingin aku berakhir menjadi pecundang. Seperti orang-orang di pangkalan ojek, bergelut dengan keringat, kelelahan, banting tulang, hidup dalam asap rokok dan obrolan porno. Mama memalingkan wajahku ke arah lain, ketika aku tertarik memperhatikan mereka. Melihat kartu-kartu gapleh berdebam di atas punggung meja yang licin, poster boomsex yang dipuja seperti nabi, dan botol-botol Topi Miring yang disembunyikan di sudut.